Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon

Minggu, 07 Januari 2018

Surat Putus Untuk Pacar

Ku Putuskan Kau dengan Bismillah

Allah pernah menitipkan sebuah rasa kepadaku. Rasa itu tentunya adalah CINTA. Rasa itu ku tujukan kepada seorang lelaki. Dia bukan ayahku, bukan pula saudara-saudara lelakiku. Dia adalah seorang ikhwan keturunan Adam yan jauh silsilahnya dengan keluargaku. Dan dia adalah kamu.

Dan kini kita telah menjalin hubungan yang jelas ditentang Agama. Kita tidak peduli dengan ayat-ayat larangan itu, padahal kita tahu dan kita paham. Namun iblis telah berhasil merayu. Kita tetap dengan status kita yang haram.

Hingga pada suatu hari aku merasakan cemburu yang teramat dalam. Aku merasakan luka yang mencengkram. Tak ada yang salah diantara kita, hanya aku yang posesif. Karena memang tak ada yang berdusta.

Setelah ku coba mencari ilham, kini telah ku sadari. Sungguh aku berada dalam cinta yang salah. Ternyata Allah telah memberikan waktu yang kurang tepat untuk dapat ku rasakan perasaan itu.  Allah memberikan rasa itu saat aku masih berseragamkan putih abu-abu. Bukannya Allah bodoh yang tak tahu kapan seharusnya rasa itu dapat ku rasa. Hanya saja Allah ingin menguji imankiumenguji ketaqwaanku.

Aku tersadar akan cinta yang salah itu. Ku temui Allah bernegosiasi dengan-Nya. Aku harap Allah mau mengambil lagi rasa itu, menyimpannya sementara waktu. Sampai aku benar-benar berada dalam waktu yang tepat. Aku harap Allaah mau mengampuniku dan mengampunimu juga.

Namun sungguh, rasa itu tak pernah benar-benar pergi. Aku hanya menguburnya dalam-dalam sampai waktunya kan tiba. Aku lebih ingin mencintai Allah daripada harus menuruti nafsu tuk mencintaimu. Meskipun demikian, dalam setiap do'aku ku selalu meminta agar kamulah jodoh dunia akhiratku. 

Bagaikan seseorang yang sedang berpuasa, berat memang menahan dahaga. Tapi percayalah, tegukkan pertama saat berbuka sungguh nikmatnya.

Dengan lapang hati ku putuskan kau dengan bismilah. Bismillahir Rahmanir Rahiim. Semoga kita bisa saling melepaskan buka saling kehilangan.

Sembari saling menunggu, alangkah baiknya kita saling berbenah diri menjadi yang lebih baik. Karena aku pernah mendengar kalimat "Jodohmu adalah cerminan dirimu".  Bahkan dalam kalamullahpun dijelaskan, tentulah yang baik akan diperuntukan dengan yang baik begitupun sebaliknya.

Alhamdulillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar